Sabtu, 28 Maret 2020

I. INFORMASI YANG JARANG DIKETAHUI DIBALIK MEDIA

WARNING : Ini hanyalah pendapat pribadi penulis, tidak bermaksud menjatuhkan pihak manapun.
"Media diibaratkan sebagai api, jika berita itu benar maka akan sangat berguna, tetapi jika dilebih-lebihkan maka akan sanagat berbahaya"
       Apa yang kamu ketahui tentang media? Media alat suatu alat atau tempat perantara kita untuk saling menukar informasi baik dari satu orang ke orang lain, dari dua atau lebih ke satu orang, maupun sebaliknya. Di jaman ini media sangat berperan untuk memberikan informasi dalam segala bidang, baik itu teknologi, komunikasi, kesehatan, dan bahkan politik. Tapi tahukah apakah media bisa dipercaya sepenuhnya? Jawabannya TENTU SAJA TIDAK. Disini saya akan membocorkan sedikit informasi yang jarang diketahui oleh masyarakat dibalik "kejamnya" media.



  •  Banyaknya Informasi Hoax
      Pada era revolusi industri 4.0 ini, tidak sedikit orang yang masih tertipu oleh media-media yang menyebarkan berita hoax yang bisa menimbulkan perpecahan diantara masyarakat. Hal ini sangat bertentangan dengan pancasila sila ketiga yang berbunyi "PERSATUAN INDONESIA". Kita sebagai warga negara yang memiliki akal sehat, budi pekerti yang luhur haruslah bisa membedakan mana informasi yang hoax dan mana yang benar.

       Tapi tenang aja, disini saya akan membagikan tips cara menghindari berita hoax. Oke Langsung aja yakkkkk. Pertama kita harus lihat sumber dari media tersebut. Sangat mudah untuk tahu darimana sumber informasi jika media yang digunakan adala media tertulis, karena kita tinggal melihat dan mencari tahu lebih dalam sesuai dengan sumber yang sudah dicantumkan, tetapi jika tidak mencantumkan sumber maka BESAR KEMUNGKINAN INFORMASI TERSEBUT ADALAH HOAX, tetapi bukan berarti semua informasi yang tidak mencantumkan sumber itu hoax, mungkin ada beberapa informasi yang sebetulnya itu adalah fakta, tetapi mungkin saja penulis lupa mencantumkan sumbernya tersebut.




       Yups segitu dulu tips dari saya, sebenernya juga saya ingin membahas konten yang mungkin "sensitif" tetapi saya urungkan dulu niat saya karena itu menguras banyak pikiran dan tentunya membutuhkan banyak waktu agar tidak salah dalam penulisan. Jika kalian ingin saya untuk membahasnya tulis di kolom komentar ya hehehe.... Ohiya maaf tipsnya cuma sedikit karena ini saya tulis berdasarkan pengalaman dan pikiran saya. Eitttsss ini bukan berarti saya lebih pintar dan sebagainya loh ya, karena disini saya hanya sharing sesuatu yang mudah-mudahan bisa berguna dan mengedukasi kita semua. Sekian dari saya, tolong ingatkan saya jika ada kekurangan kata-kata.

       Sekian  dari saya, sampai jumpaaaaaaaaa................................................   



Also click other:
UNY
Jurnal UNY
Perpustakaan UNY

Sumber:

Jumat, 20 September 2019

II. MEMANIPULASI OTAK ORANG LAIN

WARNING : Saran saya bergantung kepada pembaca, tidak ada jaminan akan berhasil dan ini tidak diperuntukan untuk
hal-hal yang negatif.


Control Your Mind First, So You Can Control Others


Dalam Linguistic Deception, kita juga dapat belajar memengaruhi orang lain dengan memberi masukan bawah sadar. Masukan itu sendiri dapat dibagi menjadi dua, yaitu induksi dan deduksi. Dalam pendekatan deduksi, kita akan memberitahu lawan bicara kita tentang apa yang kita inginkan dari mereka secara langsung Mengarahkan, meminta, atau memaksa secara langsung sebelum memberikan penjelasan kepada lawan bicara kita. Pendekatan ini bisa saya sederhanakan sebagai: Meminta/memerintah baru memberi alasan mengapa mereka harus melakukan hal itu.

Perhatikan contoh berikut:
Perintah: “Anda harus membeli telepon genggam merek Hitachi karena….”
Alasan: “Telepon genggam merek itu mempunyai fungsi yang luar biasa dan desainnya sangat futuristik, sesuai sekali untuk kalangan muda seperti Anda!”
Atau,
Permintaan: “Dapatkah saya menjadi kekasihmu?”
Alasan: “Karena, sejak dulu saya telah memerhatikan dan menyayangimu….”
Jadi, di sini Anda dapat melihat bahwa kita mengajukan permintaan atau perintah terlebih dahulu, sebelum kita memberikan alasan pada lawan bicara kita. Sementara itu, induksi bekerja sebaliknya. Dalam pendekatan ini, kita memberikan alasan lebih dulu sebelum meminta sesuatu dari lawan bicara kita. Dalam beberapa hal, pendekatan deduksi jauh lebih efektif dibandingkan induksi. Itu karena kita memberikan inti persoalan terlebih dahulu sebelum memberikan penjelasan. Dengan demikian, lawan bicara kita dapat dengan mudah dan jelas menangkap maksud dan keinginan kita secara gamblang. Sementara itu, dalam pendekatan induksi, lawan bicara kita tidak tahu apa yang kita inginkan sampai akhir pembicaraan tiba. Dalam pendekatan ini, lawan bicara kita dimungkinkan salah paham akan maksud atau keinginan kita.

Mari kita simak contoh pendekatan induksi di bahwa ini:
Alasan: “Saya menyayangimu, menyukaimu. Dan, dari dulu saya sudah tertarik padamu. Bolehkah
saya menjadi kekasihmu?”
Alasan: “Telepon genggam merek Hitachi itu bagus sekali. Fungsinya, penampilannya, dan bahkan harganya pun sangat terjangkau. Lebih baik Anda membeli telepon itu daripada mereka yang lain!”

Namun, seperti seni-seni lainnya, cara ini begitu fleksibelnya sehingga Anda harus mampu melihat lawan bicara Anda sebelum dapat memilih metode pendekatan mana yang tepat untuk digunakan. Misalnya, andaikan lawan bicara kita bersifat agak menantang atau kurang percaya pada hal yang akan kita tunjukkan. Maka, dalam hal ini pendekatan induksi akan jauh lebih berguna. Setidaknya dalam pendekatan ini mereka dapat mendengar argumen kita sebelum masuk pada intinya dan kita dapat dengan mudah membangun kepercayaan pada diri lawan bicara kita. Percaya atau tidak, biasanya anak-anak sangadah pandai menggunakan hal ini tanpa disadari oleh orangtua mereka.
Mari kita simak contoh berikut ini:
Deduksi;
Permintaan: Ma, saya ingin punya sepeda!
Orangtua mungkin terkejut. Dan, sebelum si anak
sempat menerangkan apa-apa, orangtua mungkin langsung menolak permitaan itu.
Alasan: “Ah, untuk apa beli sepeda? Kamu belum memerlukannya. Kan, masih banyak yang harus
dibeli. Lebih baik beli buku saja.”
Hal ini terjadi karena si anak secara tidak sengaja bersifat menantang terhadap ada orangtuanya.

Induksi;
Alasan: “Ma, Andi setiap pulang sekolah selalu jalan kaki.
Andi lelah sekali….”
Permintaan: “Boleh tidak Andi minta dibelikan sepeda
supaya Andi bisa lebih cepat pulang dan tidak kelelahan?
Boleh, ya, Ma?”

Di sini lawan bicara mendengarkan penjelasan terlebih dahulu yang dibuat sedemikian rupa agar ia memercayai poin akhir pembicaraan. Dengan demikian, lawan bicara kita tidak mampu langsung menolak. Dari contoh di atas terlihat jelas bahwa pendekatan induksi sangat baik untuk membujuk
secara bawah sadar. Sementara itu, pendekatan deduksi baik digunakan untuk menunjukkan wibawa sang pembicara. Misalnya, pada saat pidato, seminar, dan sebagainya. Akan tetapi, tetaplah perhatikan baik-baik sikap lawan bicara kita terlebih dahulu.

YAPS SEGINI DULU YA... Bye....

Also click other:




Rabu, 30 Agustus 2017

I. MEMANIPULASI OTAK

WARNING : Saran saya bergantung kepada pembaca, tidak ada jaminan akan berhasil.

"Tidak ada sesuatu yang tidak dapat diraih jika anda berusaha menggapainya."
       Otak adalah suara komponen zat terpenting pada tubuh manusia. Ada pepatah "Tak kenal maka tak sayang" oleh karenanya kita harus mengenali dan sayang kepada otak kita agar cara ini bisa berjalan sesuai dengan yang kita harapkan. Otak terdiri dari dua bagian yaitu otak kanan dan otak kiri. Fungsi otak kanan dan otak kiri pun berbeda. Otak kiri berperan dalam perhitungan seperti matematika, sedangkan otak kanan mengenai kreativitas. Untuk memaksimalkan fungsi otak, maka kita harus pandai dalam menggabungkan kedua fungsi otak tersebut, berikut adalah salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan fungsi otak tersebut:



   Langkah-langkah:
  • Percaya Kepada Tuhan
       Mengapa kita harus percaya kepada Tuhan? Karena kita harus percaya bahwa sesuatu pasti ada penciptanya, dan tubuh kita juga dibuat oleh-Nya, tidak terkecuali otak. Dan kita harus berdoa kepada Tuhan agar otak kita diberikan kemudahan untuk membuat otak kita pintar dan cerdas. Kita harus meminta sungguh-sungguh kepada-Nya dan niatkan bahwa kita ingin memiliki kemampuan otak maksimal yang diperuntukkan untuk hal-hal yang baik, bukan untuk kepentingan atau tujuan yang buruk.


  • Percaya Diri
I Can Do It

       Langkah selanjutnya adalah percaya diri. "Ngaco nih, masa mau pintar dan cerdas masa harus percaya diri? Kalo emang percaya diri bisa buat pintar, maka semua orang juga pasti pintar kelesss-_-" , mungkin ada beberapa diantara kalian yang beranggapan seperti itu. Tidak salah jika kalian memang beranggapan seperti demikian, karena memang pada dasarnya kita semua memang pintar dan cerdas, tidak ada yang bodoh, yang ada hanya mereka yang malas atau rajin, mereka yang berani mengungkapkan sesuatu atau mereka yang hanya bungkam. Waduh ini kok pembahasannya udh mulai melenceng dari topik ya, maaf Awkwkwk, Yak mari kita lanjuttttt. Percaya diri merupakan suatu hal yang penting untuk membuat otak kita bekerja secara maksimal. Apakah kalian pernah mendengar kata doktrin? Ya disinilah mengapa percaya diri sangat penting untuk mendoktrin otak kita bahwa kita bisa melakukannya. Kita harus memiliki rasa percaya diri yang kuat bahwa sebenarnya kita itu pintar dan cerdas, jangan sekali-kali anda berpikir bahwa anda itu bodoh. Ingat "Tiap Manusia Itu Diciptakan Sempurna Dengan Masing-masing Kelebihan Yang Berbeda".




       Yups segitu dulu tips dari saya, maaf tipsnya cuma sedikit karena ini saya tulis berdasarkan pengalaman dan pikiran saya. Eitttsss ini bukan berarti saya lebih pintar dan sebagainya loh ya, karena disini saya hanya sharing sesuatu yang mudah-mudahan bisa berguna dan mengedukasi kita semua. Sekian dari saya, tolong ingatkan saya jika ada kekurangan kata-kata.


       Sekian  dari saya, sampai jumpaaaaaaaaa................................................   



Also click other:
UNY
Jurnal UNY
Perpustakaan UNY